Rabu, 28 Desember 2011

DISCOUNT 30% PRODUK ANAIS BAGS

Dapatkan Discount 30 % Khusus produk pilihan Anais Bags, 26 Desember s/d 15 Januari 2012. Di Ukm Gallery 2nd Floor.

Senin, 26 Desember 2011

KLASTER PENDALUNGAN KERAMIK


Cup 7x4
Teapot 20x18x7.5
Tray 17x30x2
 Rp. 130.000

Rabu, 14 Desember 2011

Yans Keramik

Suwarti Jewelry

Senin, 12 Desember 2011

PROFIL LAMPUNG


Profil Lampung PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator   
Minggu, 11 Oktober 2009 00:00
KHARATERISTIK FISIK

Letak Geografis dan Batas Administrasi.


Secara geografis Provinsi Lampung terletak antara 3045' Lintang Selatan dan 103050' – 105050' Bujur Timur dengan luas wilayah 35,376,50 km2.
Batas – batas daerah Provinsi Lampung adalah :
Sebelah Utara dengan Provinsi Sumatera Selatan,
Sebelah Selatan dengan Selat Sunda,
Sebelah Timur dengan Laut Jawa,
Sebelah Barat dengan Samudra Indonesia .
Provinsi Lampung sejak tahun 1999, terdiri dari 8 Kabupaten, 2 Kota , 82 kecamatan, dan 2.024 desa.
Tabel luas dan ibukota Kabupaten / Kota di Provinsi Lampung
Regencies Areal (Ha) Areal (Km2) %
Lampung Barat 495.040 4.950,40 15,48
Tanggamus 273.161 2.731,61 0,10
Lampung Selatan 200.701 2.007,01 7,74
Pesawaran 117.377 1.173,8 3,67
Lampung Timur 433.789 5.325,03 13,57
Lampung Tengah 478.982 4.789,82 14,98
Lampung Utara 272.563 2.724,81 8,53
Way Kanan 392.163 3.921,63 12,27
Tulangbawang 234.012 2.340,1 7,32
Tulang Bawang Barat 112.175 1.121,8 3,51
Mesuji 430.897 4.309 13,48
Pring sewu 62.500 625 1,77
Bandar Lampung 19.296 192,93 0,6
Metro 6.179 68,74 0,19
Source : Lampung In Figues, 2009

Iklim

Lampung beriklim tropis dengan angin laut lembab yang bertiup dari samudera Indonesia dengan 2 musim angin setiap tahunnya, yaitu : Angin bertiup dari arah barat dan barat laut pada bulan November sampai Maret, Angin bertiup dari arah timur dan tenggara pada bulan Juli – Agustus, rata – rata kecepatan angin ialah 5,83 km / jam.
Curah hujan di Provinsi Lampung pada tahun 1995 – 1999 berkisar antara 1,293 mm 3,130 mm pertahun. Curah hujan bulanan rata – rata terendah ialah bulan Juni dan Agustus 75,0 mm, dan tertinggi ialah bulan Maret yaitu 345,4 mm. Banyaknya hari hujan tiap bulan berkisar antara 2–27 hari. Temperatur di Provinsi Lampung berkisar antara 22,50C –32,80C dengan kelembaban berkisar antara 80%-88%.

Geomorfologi dan Topografi

Topografi daerah Provinsi Lampung dapat di bagi dalam 5 ( lima ) unit topografi yaitu berbukit sampai bergunung, berombak sampai bergelombang, dataran aluvial, dataran rawan pasang surut dan river basin.
  • Daerah berbukit sampai bergunung,
    Daerah ini meliputi bukit barisan dengan puncak tonjolan berada pada Gunung Tanggamus, Gunung Pasawaran dan Gunung Rajabasa dengan lereng curam 25% pada ketinggian rata-rata 300 m diatas permukaan air laut.
    Puncak-puncak lainnya ialah bukit pugung, bukit pesagi, sekincau yang terdapat dibagian utara dengan ketinggian rata-rata 1500 m. Daerah-daerah tersebut ditutupi vegetasi hutan primer dan sekunder.
  • Daerah berombak sampai bergelombang,
    Daerah ini miliputi Gedong Tataan, Kedaton, Sukoharjo dan Pulau Panggung di Kabupaten Lampung Selatan dan Kalirejo, Bangunrejo di Kabupaten Lampung Tengah, kemiringan daerah ini antara 8%-15% dengan ketinggian 300 m hingga 500 m dpl. Vegetasi yang menutupi daerah ini tanaman perkebunan dan pertanian ladang.
  • Daerah dataran alluvial,
    Daerah ini sangat luas meliputi Lampumg Tengah sampai mendekati pantai sebelah timur yang merupakan bagian hilir (down stream) dari sungai-sungai yang sebesar seperti Way Sekampung, Way Tulang Bawang, Way Mesuji, ketinggian daerah ini antara 25 m sampai 75 m dari permukaan laut dengan kemiringan 0% sampai 3% pada bagian pantai sebelah barat dataran alluvial menyempit dan memanjang mengikuti arah bukit barisan.
  • Dataran rawa pasang surut,
    Rawan pasang surut terdapat disepanjang pantai laut timur dengan ketinggian 0,5 m sampai 1 m, penggenangan air menurut naiknya pasang surut air laut.
  • Daerah River Basin ,
    Daerah ini meliputi River Basin Tulang Bawang, Seputih, Sekampung, Semangka dan Way Jepara.
Bila dilihat dari kelas lereng maka daerah dengan kelerengan 0-15% tergolong luas yaitu 1.165.000 ha terutama didaerah timur. Kelas lereng di Provinsi Lampung seperti yang diurai tabel berikut :
Luas Provinsi Lampung Berdasarkan Kemiringan
NO. KEMIRINGAN LUAS ( HA )
1. 0 – 3 947,000
2. 3 – 8 145,000
3. 8 – 15 73,000
4. 15 – 30 281,250
5. 30 – 45 237,500
6. 45 143,750
7. Rawa 716,590
8. Tidak ada data 786,610
Jumlah . . . . . . 3.330.700
Sumber : Lembaga Penelitian Tanah 2009

Geologi dan Tanah
Sebelah Barat Lampung adalah bagian dari Bukit Barisan yang merupakan Geantiklinal dan Sinklinal yang sebelah timurnya terdapat patahan Semangka yang panjang menyusuri Way Semangka dan Teluk Semangka serta gunung – gunung api Tanggamus, Rindingan dan Rebang. Sedimen–sedimen vulkanis menutupi lembah – lembah Suah, Gedong Surian dan Way Lima. Pada bagian utara lapisan sedimen ini mengalami pelipatan yang menghasilkan lapisan minyak bumi didalam 4 seri lapisan Palembang . Lapisan sedimen sebelah timur tertutup endapan tuffa masam dari debu gunung api di Bukit Barisan yang membentuk dataran peneplain di bagian timur Lampung. Terdapat Sukadana bosalt yang merupakan ” Plateau ” dan singkapannya tidak merata. Jenis tanah di provinsi terdiri dari dari 13 jenis dan podsolik merah kuning ( PMK ) merupakan jenis dominan sekitar 1522.336 ha kemudian latosol dan andosol. Jenis tanah di Provinsi Lampung tampak pada tabel berikut :
Jenis Tanah di Provinsi Lampung
No. Jenis Tanah Luas (Ha)
1. Aluvial hidromorf 163.444
2. Aluvial 52.386
3. Assosiasi alluvial dan glei humus 290.218
4. Hidromorf kelabu 79.627
5. Regosol 80.674
6. Andosol 209.544
7. Renzina 8.328
8. Podsolik coklat 31.432
9. Latesit air tanah 8.328
10. Latosol 719.793
11. Assosiasi latosol dan podsolik merah kuning 97.438
12. Podsolik merah kuning 1.522.336
Kompleks podsolik merah kuning, latosol dan litosol 67.054
Jumlah . . . . . . . 3.320.700
Sumber : Lembaga Penelitian Tanah 2009 Hidrologi dan Sumber Daya Air Di Provinsi Lampung terdapat sungai – sungai besar yaitu Way Sekampung (panjang 256 km), Way Seputih (Panjang 249 km), Way Terusan (panjang 168 km), dan Way Tulang Bawang (panjang 132 km) dengan daerah aliran sungai berkisar antara 796 km2 hingga 1.270 km2.
Fungsi sungai umumnya di gunakan sebagai sumber bahan baku air bersih, mandi cuci kakus (MCK), pengairan dan perikanan. Terdapat rawa pasang surut di sepanjang pantai timur dan diantaranya merupakan daerah budidaya perikanan udang dan bandeng.

Penggunaan Lahan

Areal hutan di wilayah Provinsi Lampung pada tahun 1998 masih merupakan areal yang dominan yaitu 985.085 ha walaupun luas hutan terus menerus mengalami penurunan yang diakibatkan oleh perambah hutan. Luas hutan terbesar berada di Kabupaten Lampung Barat sekitar 32.19 % dari seluruh areal hutan Provinsi Lampung.
Penggunaan areal hutan yaitu sebagai hutan lindung (HLN), hutan suaka alam (HAS), hutan produksi terbatas (HPT), hutan produksi biasa (HPB), hutan produksi yang dapat di konversi (HPK) dan areas penggunaan lain (APL). Di daerah Lampung Barat juga terdapat Taman Nasional Bukit Barisan dan sebelah timur terdapat suaka marga satwa Way Kambas di Kecamatan Sukadana.
Pemukiman transmigrasi terutama di Kabupaten Lampung Selatan meliputi daerah Karangsari, Palas, Tanjungan, Kertasari, Gedung Harapan dan Natar dan di Kabupaten Lampung Tengah mencakup daerah Labuhan Maringgai, Braja Lulur, Rajabasa Lama, Wanakerto, Sumberejo, Seputih Raman hingga Seputih Surabaya.
Pemukiman Transmigrasi di Kabupaten Lampung Utara terbesar mulai dari barat yaitu daerah Mesuji, Gedong Aji, Rawapilu, Menggala, Kertasari, Bumiraharja, Beradan hingga Blambangan Umpu. Sedangkan di Kabupaten Lampung Barat hanya terdapat di sebagian pantai barat yaitu daerah Bika. Dari utara penggunaan lahan dan pengembangan daerah Provinsi Lampung 2005 tampak bahwa penggunaan untuk perkebunaan, pertanian dan transmigrasi lebih banyak di daerah Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Penggunaan tanah untuk perkebunan dan tegalan / ladang masing – masing 20.65% dan 19.13% dari luas penggunaan tanah di Provinsi Lampung.
Luas Penggunaan Lahan di Provinsi Lampung (Ha).
No. Kabupaten/Kota Sawah Pekarangan Ladang & sejenis Lahan Tidur Lainnya Jumlah
1. LAMPUNG BARAT 16.771 12.255 57.399 20.093 388.522 495.040
2. T A N G G A M U S 28.372 23.417 73.730 6.041 204.101 335.661
3. LAMPUNG SELATAN 58.141 29.475 126.614 536 103.313 318.079
4. LAMPUNG TIMUR 52.993 49.109 93.379 1.170 237.138 433.789
5. LAMPUNG TENGAH 65.756 47.677 144.607 2.103 218.839 478.982
6. LAMPUNG UTARA 13.001 25.316 89.940 3.068 141.238 272.563
7. WAY KANAN 16.040 36.258 103.569 37.715 198.581 392.163
8. TULANG BAWANG 109.347 36.856 175.364 14.977 440.540 777.084
9. BANDAR LAMPUNG 1.021 8.875 3.364 796 5.240 19.296
10. M E T R O 2.795 2.507 290 -- 587 6.179
JUMLAH . . . . . . . 364.237 271.745 868.256 86.499 1.938.099 3.528.836
Sumber : Lampung Dalam Angka 2009
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 28 Desember 2009 04:36 )

PROFIL KALIMANTAN TIMUR

 Visi dan Misi

VISI
Mewujudkan Kaltim Sebagai Pusat Agroindustri Dan Energi Terkemuka Menuju Masyarakat Adil dan Sejahtera.

MISI
  1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi.
  2. Menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar dan kualitas kehidupan masyarakat yang layak dan sejahtera
  3. Meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan masyarakat
  4. Membina pemahaman dan pengamalan ajaran agama dan kerukunan intern umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah.
  5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, serta menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa untuk mewujudkan Kaltim sebagai Island of Integrity
  6. Meningkatkan peran masyarakat luas dalam penegakan hukum untuk memberantas korupsi sera mempercepat reformasi birokrasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.
  7. Mengembangkan dinamika pemuda, wanita dan olah raga.
  8. Mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan ketenagakerjaan dan transmigrasi serta memperluas penciptaan lapangan kerja.
  9. Membangun infrastruktur dasar masyarakat yang berkualitas dan merata.
  10. Memberdayakan dan memperbaiki sistem subsidi, perlindungan sosial, perbaikan pemerataan dan penanggulangan/pengentasan masyarakat miskin.
  11. Melaksanakan Revitalisasi Pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat petani, nelayan dan peternak.
  12. Menciptakan iklim investasi yang kondusif, melakukan regulasi yang menjamin kemudahan berusaha dan berinvestasi.
  13. Meningkatkan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui perbaikan insentif untuk kewirausahaan dan akses bagi usaha-usaha menengah, kecil dan mikro serta sektor riil lainnya.
  14. Pemanfaatan pengelolaan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
  15. Memantapkan, memanfaatkan dan mengkoordinasikan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kaltim dan melaksanakan reformasi sistem pertanahan.
  16. Peningkatan/pembinaan sistem politik keamanan serta ketertiban masyarakat.
  17. Mengelola kekayaan budaya dan sejarah serta mengembangkan potensi pariwisata sebagai sumber devisa.   
    Geografi dan Iklim

    1.    Letak Geografi
    Wilayah Kalimantan Timur dengan luas mencapai 20.865.774 Ha atau satu setengah kali pulau Jawa dan Madura, sebagian besar merupakan daratan yakni 19.844.117 Ha. (95,1%), sedangkan lautan (4-12 Mil) hanya 1.021.657 Ha. (4,9%). Daerah ini mempunyai beberapa aliran sungai dan delta yang tersebar di hampir semua kabupaten dan kota dengan sungai terpanjang Sungai Mahakam.
    2.    Batas Wilayah
    Batas wilayah provinsi yang menjadi pintu gerbang utama pembangunan Indonesia di bagian timur ini adalah :
    Utara   : Negara Bagian Sabah (Malaysia Timur).
    Timur  : Selat Makasar, Laut Sulawesi dan Selat Sulawesi.
    Selatan: Kalimantan Selatan.
    Barat   : Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Negara Bagian Serawak (Malaysia Timur).
    Ibukota provinsi Kalimantan Timur adalah Samarinda yang terletak di tepi Sungai Mahakam. Samarinda dapat dicapai lewat darat dan udara, meskipun harus transit di Kota Balikpapan yang merupakan tempat beradanya Bandara Internasional Sepinggan.
    3.     Demografi
    Jumlah penduduk Kalimantan Timur di tahun 2003 tercatat 2.704.851 jiwa, hingga pada tahun 2010 jumlah penduduk mencapai 3.553.143 jiwa. Dengan demikian dalam kurun waktu tersebut jumlah penduduk Kalimantan Timur meningkat sebesar 848.292 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya rata-rata 3,82 persen. Adapun komposisi penduduk menurut jenis kelamin pada tahun 2010 terdiri dari penduduk laki-laki 1.871.690 jiwa (52,68 persen) dan penduduk perempuan 1.681.453 jiwa (47,32 persen).
    4.    Topografi Wilayah
    Wilayah Kalimantan Timur didominasi topografi bergelombang, dari kemiringan landai sampai curam, dengan ketinggian berkisar antara 0-1500 meter dpl dengan kemiringan 60 %.
    5.     Struktur Geologi
    Provinsi Kalimantan Timur didominasi oleh batuan sedimen liat berlempung dan terdapat pula kandungan batuan endapan tersier dan batuan endapan kwartener. Formasi batuan endapan utama terdiri dari batuan pasir kwarsa dan batuan liat.
    6.      Karakteristik Iklim
    Provinsi Kalimantan Timur termasuk iklim Tropika Humida dengan curah hujan berkisar antara 1500-4500 mm per tahun. Temperatur udara minimum rata-rata 21°C dan maksimum 34°C dengan perbedaan temperatur siang dan malam antara 5°-7°C.Temperatur minimum umumnya terjadi pada bulan Oktober sampai Januari, sedangkan temperatur maksimum terjadi antara bulan Juli sampai dengan Agustus.
    7.     Kelembaban Udara
    Kelembaban udara rata-rata mencapai 86 % dengan kecepatan angin rata-rata 5 knot perjam. Data curah hujan selama 5 tahun dari tahun 1994-1998 mencatat bahwa rata-rata curah hujan mencapai 2060,2 mm per tahun.
     
     

PROFIL KEPULAUAN RIAU


Profil dan Data Provinsi Kepulauan Riau

Provinsi Kepulauan Riau merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan tiga negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Vietnam di laut. Provinsi ini memiliki 2 (dua) Kota dan 4 (empat) Kabupaten yakni Kota Tanjung Pinang, Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Riau. Provinsi ini memiliki luas wilayah 251.810,71 km yang sebagian besar yakni 95,97 persen atau 241.251,30 km2 merupakan perairan dan terdiri dari gugusan kepulauan sebanyak 1.062 pulau. Provinsi Kepulauan Riau memiliki batas wilayah di sebelah Utara dengan Laut Cina Selatan; di sebelah Timur dengan Negara Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat; di sebelah Selatan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi; dan; di Sebelah Barat dengan negara Singapura, Malaysia, dan Provinsi Riau.
<Selengkapnya download disini Profil Kepulauan Riau >

Klik gambar peta dibawah ini untuk mengetahui lebih detail tentang wilayah perbatasan negara
  



 PROFIL WILAYAH   DATA PENGEMBANGAN WILAYAH 
 Profil Provinsi Kepulauan Riau  Data Podes Provinsi Kepulauan Riau (Tahun 2005)
 Profil Kabupaten Karimun  Data Kabupaten Karimun
 Porfil Kabupaten Kepulauan Riau  Data Kabupaten Kepulauan Riau
 Profil Kabupaten Natuna Data Kabupaten Natuna
 Profil Kabupaten Kota Batam  Data Kabupaten Kota Batam

 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Host